Home
Kunjungan dari Kota Bitung Sulawesi Utara

Kunjungan dari Kota Bitung Sulawesi Utara

Copy of Kunjungan dari belitungUntuk meningkatkan percepatan dan pemerataan perguruan tinggi di daerah, maka akan dimulai proses pendirian Akademi Komunitas di Kota Bitung Sulawesi Utara. Pada saat konsultasi awal dengan Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tim pendiri Akademi Komunitas Kota Bitung disarankan untuk studi banding terlebih dahulu ke Akademi Komunitas Negeri – PDD Polinema Kab. Bojonegoro, alasan dikti menunjuk AK Negeri Bojonegoro sebagai rujukan karena keberadaan AK Negeri Bojonegoro dinilai telah sukses dalam pelaksanaan kegiatan AK mulai dari pembuatan proposal hingga pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang telah menerima 10 kelas.

Pada tanggal 14 Maret 2013 tim dari kota Bitung berkunjung ke Akademi Komunitas Negeri Bojonegoro, Kunjungan dari tim pendiri Akademi Komunitas Kota Bitung dipimpin oleh Wakil Walikota Bitung dan diikuti rombongan yang berjumlah 8 orang, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan, Kasek SMK N 1, Kasek SMK N 2, Koordinator pengawas, calon Direktur AK dan pengelola yang lain. Sebelum bertandang ke kampus AK Negeri Bojonegoro, terlebih dahulu rombongan berkunjung ke rumah dinas Bupati Bojonegoro Drs. Suyoto, M.Si.

Rombongan diterima oleh Drs. Yudi Pramono, MM dan seluruh jajaran pengelola AK Negeri Bojonegoro, pada kesempatan tersebut ketua rombongan yang juga wakil walikota Bitung menyampaikan rasa terimakasih karena telah diterima untuk belajar dari pengalaman Kab. Bojonegoro terkait dengan pendirian AK Negeri. Wakil Walikota  Bitung juga menceritakan tentang posisi saat ini tentang Kota Bitung, Bitung adalah kota yang terletak sekitar 45 Km dari kota Manado, merupakan kota pelabuhan sekaligus sebagai pintu masuk provinsi Sulawesi Utara dan akan segera dijadikan daerah khusus pengembanagn ekonomi. Oleh karena itulah diperlukan tenaga – tenaga muda yang professional untuk mengisi kebutuhan industri di Kota Bitung, sehingga pendirian Akademi komunitas sebagai perguruan tinggi vokasi dipandang cocok untuk menjawab realitas tersebut.