Home
Seminar Nasional bersama Anies Baswedan, Ph.D.

Seminar Nasional bersama Anies Baswedan, Ph.D.

Copy of Seminar Anies BaswedanDalam meningkatkan mutu pendidikan di Bojonegoro, Akademi Komunitas (Poltek) Negeri Bojonegoro  menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Menggagas pendidikan berkualitas untuk menyiapkan SDM Bojonegoro menghadapi era industrialisasi”. Seminar dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Mei 2013 bertempat di Aula Angling Dharma Pemkab Bojonegoro dengan pembicara Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies Baswedan, Ph.D.

Seminar Nasional diikuti oleh segenap civitas akademika Akademi Komunitas (Poltek) Negeri Bojonegoro, akademisi, mahasiswa, guru dan Kepala Sekolah SLTA se Kab. Bojonegoro dan warga masyarakat yang peduli pendidikan Bojonegoro. Pada saat memberikan sambutan pembukaan, Bupati Bojonegoro Drs. Suyoto, M.Si. sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dalam rangka ikut berperan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia Bojonegoro untuk menghadapi era industrialisasi.

Pada kesempatan tersebut Anies Baswedan memaparkan tentang realitas pendidikan yang ada di Indonesia dengan memberikan data statistik pelaksanaan pendidikan, baik pada tingkat dasar maupun tingkat menengah. Anies juga menyampaikan tentang tujuan pendidikan yang meliputi 3 hal yaitu :

  1. Menciptakan manusia bertaqwa
  2. Membentuk Karakter
  3. Membangun manusia yang berintegritas.

Ketua Komite etik KPK tersebut lantas memberikan  contoh dalam proses pendidikan dengan cara memberikan dua pertanyaan kepada audien, pertanyaan pertama anies meminta peserta untuk menghitung perkalian 8 x 7, pertanyaan kedua anies meminta peserta untuk membuat kalimat yang berirama/pantun. Kemudian Anies menjelaskan makna dari pertanyaan yang diberikan tersebut kepada audien.

Selanjutnya Anies Baswedan menyampaikan bahwa sebagai generasi muda jangan pernah takut berwawasan global, sebagai indikator bahwa orang daerah minimal harus menguasai tiga bahasa, yaitu : 1. Bahasa daerah, 2. Bahasa Nasional, dan 3. Bahasa Internasional.

Terkait dengan pentingnya penguasaan bahasa internasional, pria yang pernah menimba ilmu di Jepang tersebut memberikan contoh penggunaan bahasa internasional di dua Negara, yaitu Jepang dan Korea Selatan. Jepang melarang penggunaan bahasa asing/internasional di negaranya, semua buku yang masuk ke Jepang harus diterjemahkan terlebih dahulu ke bahasa Jepang, termasuk perangkat teknologi juga harus diterjemahkan kedalam bahasa Jepang. Sedangkan Korea Selatan dengan gigih dan semangat membangun dan menguasai bahasa asing, sehingga hasilnya 20 tahun kemudian Korea Selatan menjadi Negara yang sangat maju dalam percaturan dunia internasional, sedangkan Jepang menjadi Negara yang terisolasi dalam percaturan dunia internasioanl terutama dalam penguasaan teknologi informasi, dan akhirnya Jepang menyesali kebijakan yang telah diambil selama ini.

Dalam kesempatan selanjutnya pria yang pernah masuk dalam 100 tokoh intelektual muda dunia ini juga memaparkan bahwa secara prinsip, pendidikan adalah interaksi antar manusia, sehingga sejak dini ditingkat manapun pendidik harus aktif mendorong anak didiknya untuk aktif berorganisasi.

Pada kesempatan terakhir Anies memberikan pernyataan yang cukup menggugah semangat peserta seminar bahwa “Siapa dididik siapa hari ini akan menentukan dimana ia duduk dimasa depan”.